Pengajaran Siswa

Dokumentasi kegiatan terkait dengan pelatihan dan psikoedukasi untuk guru, siswa, dan masyarakat luas dalam meningkatkan proses pengajaran dan meningkatkan kesehatan mental

Kegiatan di SDN 106 Ajitunggal Cijambe, Kota Bandung dengan Tema “Peningkatan Kompetensi PTK dalam Implementasi Pendidikan Inklusif”

Tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar Negeri dalam implementasi pendidikan inklusif. Kegiatan workshop dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 106 Ajitunggal, Cijambe, Bandung, dengan melibatkan 40 guru SD yang terdiri atas guru wali kelas dan guru mata pelajaran.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Service Learning (SL). Pelaksanaan workshop dilakukan melalui empat tahap, yaitu:

  1. Pemberian materi pendidikan inklusif.
  2. Identifikasi siswa berkebutuhan khusus.
  3. Latihan membuat laporan profil siswa berkebutuhan khusus.
  4. Evaluasi pasca pelatihan.

Hasil workshop menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru SDN 106 Ajitunggal, terutama pada aspek kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial.

  • Pada aspek pedagogik, peningkatan terlihat dari pemahaman guru terhadap perancangan Program Pembelajaran Individual (PPI) bagi siswa berkebutuhan khusus serta kemampuan dalam melakukan evaluasi hasil belajar.
  • Pada aspek sosial, peningkatan mencakup kemampuan guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif serta efisien dengan siswa berkebutuhan khusus, dan juga kemampuan mengomunikasikan perkembangan anak kepada orang tua dengan bijaksana.

Kegiatan di SDN 106 Ajitunggal Cijambe, Kota Bandung dengan tema “Edukasi Bahaya Pergaulan Bebas dan Kekerasan Seksual di Sekolah Dasar

Sekolah merupakan pusat pembelajaran tempat siswa mencari ilmu, dan sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penanganan kasus kekerasan seksual di kalangan siswa sekolah dasar. Subjek penelitian adalah 420 siswa kelas 4 hingga 6 di SDN 106 Ajitunggal Cijambe Bandung, dengan menggunakan metode kuasi-eksperimental. Sebelum menerima layanan bimbingan klasikal, siswa kurang memahami jenis-jenis kekerasan seksual, tidak tahu harus melapor kepada siapa, dan takut memberi tahu guru jika mereka menyaksikan teman mereka mengalami kekerasan seksual. Namun, setelah menerima bimbingan klasik, (1) siswa menjadi lebih sadar akan bahaya pergaulan bebas dan perilaku kekerasan seksual yang terkait dengan media sosial, terutama di platform seperti TikTok, yang memungkinkan mereka untuk membedakan konten yang sesuai, (2) siswa menjadi lebih terbuka untuk mencari bantuan dari teman, guru, dan orang tua jika mereka mengalami kekerasan seksual, dan (3) siswa mengembangkan kesadaran dan kehati-hatian yang lebih besar terkait lingkungan baru yang mungkin mengarah pada kekerasan seksual. Studi ini menyimpulkan bahwa layanan bimbingan klasik efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa sekolah dasar untuk menangani kasus kekerasan seksual.

Meningkatkan Well-Being Kader untuk Mencegah Burnout: Pelatihan Kader Desa Sukadami 2025

Kegiatan ini merupakan pelatihan untuk kader PKK, Kader Kesehatan, Bidan Desa, Kader KPM, dan kader satgas SAPA di Desa Sukadami, Cikarang, Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 November 2025 dengan tema “Jaga Bahagia: Mencegah Burnout & Meningkatkan Well-Being Kader”. Tujuan pelatihan yaitu untuk membantu para kader dalam mengidentifikasi penyebab burnout dan meningkatkan well-being mereka sehingga diharapkan berdampak pada kinerja para kader di Desa Sukadami.

American Psychological Association (APA) mendeskripsikan burnout sebagai kelelahan fisik, emosional, atau mental yang disertai dengan penurunan motivasi, kinerja, dan munculnya sikap negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Peran well-being dalam mencegah burnout sangatlah krusial dan mendasar. Well-being berfungsi membangun fondasi kesehatan fisik, mental, dan emosional yang kuat untuk menahan tekanan pekerjaan sehari-hari.

artikel

Parenting di Madrasah

Berasrama Islamic Boarding School MTs Negeri 6 Jakarta Timur pada tanggal 19 April 2025 dengan tema "Orangtua Sebagai Role Model: Pendidikan Tidak Berhenti di Pesantren Saja"

Materi Workshop_Pendidikan Inklusif

Materi Workshop_Pendidikan Inklusif

Download PDF